skip to main |
skip to sidebar
"Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar, sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar, pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat". (HR. Ahmad)
Saudaraku,
Sungguh kesantunan tidak akan membuatmu hina atau terhina,
Sekali kali tidak. Kelembutan adalah 'manifestasi power' luar biasa yang bisa mengalahkan, tak ubahnya kelembutan hati wanita yang serupa rumput halus.
Segenggam rumput halus tidak mudah patah saat terinjak injak sekalipun,
Bahkan ketika hembusan angin mengencang sekalipun, ia hanya bergetar, akarnya mencengkram saling berpegangan.
Kelembutanlah yang membuatnya lebih bernilai, lebih dari sekedar pepohonan angkuh yang berdiri tegap namun pasti runtuh ketika badai datang menghempasnya.
Sahabat:
Mari kita mengenal Nya,
Maha Penyantun / Maha Lembut (QS 64:17) Adalah salah satu nama nama-Nya yang Agung yang kemudian dikenal dengan Asmaul Husna.
Subhanallah..
Bagi hati yang peka dan mata yang melihat, dunia ini penuh cinta.
Burung burung yang terbangun dipagi hari mencari makanan untuk anaknya, harimau yang berjaga semalaman untuk bayi mungilnya, ayam yang berpuasa menahan haus dan lapar mengerami telurnya hingga menetas, singa singa liar yang penyanyang kepada anak anaknya...
Dan manusia yang dianugerahi kata "cinta", dan dengannya dunia jadi berwarna..
Kesemuanya adalah bukti nyata dari 1 Rahmat Nya yang Allah ta'ala tebarkan di muka bumi ini.
Dalam terjemah kitab Riyadhussalihin (Taman Taman Syurga) bab 51, ada sebuah hadits yang menakjubkan. Pesan Rasulullah saw (dari riwayat Abu Hurairah ra) yang melukiskan betapa Luas Rahmat Allah yang meliputi semesta.
"Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki sebanyak seratus kerahmatan dan olehNya diturunkanlah satu bagian dari seratus kerahmatan itu untuk diberikan kepada golongan jin, manusia, binatang dan segala yang merayap. Maka dengan satu kerahmatan itu mereka dapat saling kasih mengasihi, dengannya pula dapat sayang menyayangi, bahkan dengannya pula binatang buas itu menaruh iba hati kepada anaknya. Allah mengakhirkan yang sembilan puluh sembilan kerahmatan itu yang dengannya Allah akan merahmati hamba-hambaNya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
Hadits ini melukiskan tentang betapa ringannya dunia ini dibanding hari mahsyar setelah kiamat nanti, hari itu begitu dahsyat sehingga Allah mempersiapkan dan memberikan syafaat kepada mereka yang dikehendaki Nya dengan 99 Rahmat Nya yang lain.
Dan dunia ini hanya 1 Rahmat saja..
Pahamilah..
Apakah alasan yang membuatmu berdakwah dengan kata kata kasar saudaraku?
Apa yang membuat kalian berteriak teriak diberbagai mimbar besar dan mengusung pemikiran masing masing, mencela bahkan menyesatkan yang lain..
Mudah saja bagi Allah untuk mengembalikan kekacauan di bumi saat ini.
Mudah saja, imam yang akan menyatukan seluruh ummat muslimin itu akan diturunkan pada waktunya..
Semua ini adalah pelajaran dan ujian.
Mari kita lihat diri masing masing,
Mari kita luruskan selongsong kesungguhan dalam upaya kita,
Mari kita benahi niat kita diawal langkah kita,
Mari kita akhiri semua usaha kita dengan memuji-Nya,
Mari kita maafkan khilafiyah saudara kita, tanpa memaksa opini sendiri..
Mari kita bertanya kepada diri kita, tentang apa yang telah kita lakukan untuk
Adalah mudah saja mengoreksi aksi si pemain bola..
Hal tersulit adalah, menjadi pemeran dilapangan dan bukan sekedar penonton saja.
Hal tersulit adalah, terlibat dipertempuran melawan kekafiran dan bukan ramai ramai menindas saudaramu sendiri yang telah melangkah..
Bukan mencela..
Apalagi berupaya menghentikan.
Menyalahkan seakan diri begitu shahih dan shalih..
Merasa paling beriman tetapi kesantunan tak pernah tercermin dalam perwajahan tulisannya..
Apakah masih berkata,
Itu adalah sebentuk cinta untuk saudaramu?
Cinta itu memberi brother. Seni memberi dengan artisteka yang tinggi. Bungkusnya indah dan berkesan tidak berbalut kata kata kasar..
Sungguh..
Pena itu bisa lebih tajam dari pedang saudaraku..
Hanya jika kita pandai memainkannya, ia bisa menancap dan meresap lebih dalam jika dijiwai dengan ketawadhuan dan kesantunan.
Jika tidak mampu bersantun.
Maka diamlah, istirahatkan jiwa kita
Dan biarkan semesta Nya ramai bertasbih..
Semoga menjadi seruan agar lebih santun disemesta-Nya.
0 comments:
Post a Comment